Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Keuntungan Berpura-Pura Bodoh


Kemarin saya menghadiri suatu acara, disana saya menemukan sesuatu yang menurut saya sangat berarti. Bukan berupa benda atau sejenisnya namun berbentuk pengetahuan dan semangat untuk merubah pola pikir kita. Berikut ini saya sengaja cantumkan referensi yang senada dengan yang saya dapatkan dalam acara tersebut di blog ini karena menurut saya ini sangat bagus sebagai bahan renungan kita.

Belajar Bodoh oleh Masrukul Amri, MBA
Secara garis besar, banyak bangsa, perusahaan-perusahaan, pesantren-pesantren, atau apapun jenis institusinya mengalami siklus kehidupan sebagai berikut :
1. Pemimpinnya masih bodoh, sehingga dikelilingi orang-orang pandai;
2. Pemimoinnya agak bodoh, sehingga dikelilingi oleh orang-orang agak pandai;
3. Pemimpinnya sangat pandai, sehingga dikelilingi oleh orang-orang yang sangat bodoh.
Pertama, pemimpinnya masih bodoh, sehingga dikelilingi orang-orang pandai. Ketika sebuah bangsa, perusahaan-perusahaan, pesantren-pesantren baru berdiri, biasanya pemimpinnya masih serba kekurangan karena belum berpengalaman. Pada posisi seperti itu, biasanya ia dikelilingi orang-orang yang memiliki banyak kelebihan serta pengalaman. Hal ini terjadi, karena para pemimpin bangsa, perusahaan dan pesantren itu, gelasnya masih kosong, sehingga mudah diisi air. Maksudnya, pemimpin tersebut masih memiliki banyak kekurangan, sehingga lebih mudah menerima masukan. Ketikanmasih mudah menerima masukan, biasanya para pemberi masukan menjadi betah dilingkungan itu, karena merasa diri bermanfaat.
Kedua, Pemimpinnya agak pandai sehingga dikelilingi oleh orang-orang agak pandai. Ketika bangsa-bangsa, perusahaan-perusahaan, pesantren-pesantren atau apa pun jenis institusinya mulai tegak berjalan, kekurangan pemimpin biasanya berkurang, sebab ia telah memiliki pengalaman menjadi pemimpin. Ketika berposisi seperti ini, biasanya dikelilingi oleh orang-orang yang sedikit kelebihannya, sebab yang banyak pengalamannya mulai mengundurkan diri atau “diberhentikan” oleh para pemimpin yang merasa sudah tidak terlalu memerlukan masukan. Hal ini terjadi, karena para pemimpin bangsa, perusahaan dan pesantren itu, gelasnya mulai terisi separuh, sehingga mulai agak susah diisi masukan dan nasehat. Ketika muali agak pandai seperti ini, orang-orang yangmemiliki banyak pengalaman mulai tidak bisa mengaktualisasikan potensinya secara optimal, sebab pemimpin agak sulit menerima masukan.
Ketiga, pemimpinnya sangat pandai sehingga dikelilingi oleh orang-orang sangat bodoh. Ketika bangsa-bangsa, perusahaan-perusahaan, pesantren-pesantren atau apa pun jenis institusinya, telah mampu berjalan tegak, maka pemimpinnya telah memiliki banyak kelebihan sebab sudah berpengalaman menjadi pemimpin. Ketika posisinya seperti ini, biasanya ia dikelilingi oleh orang-orang yang tidak punya pengalaman atau banyak pengalaman tapi seperti orang bodoh, sebab yang berpengalaman tidak bisa mengaktualisasikan potensi dirinya, hal ini menyebabkan ia mengundurkan diri atau sengaja dibuat mengundurkan atau dipaksa mundur. Kemudian diikuti oleh orang-orang yang sedikit pengalaman, yang juga mulai merasa tidak bisa mengaktualisasikan potensi dirinya.
Memang masih banyak juga yang sangat berpengalaman dan agak berpengalaman yang tetap bertahan di institusi tersebut. Hanya saja perilakunya seperti orang bodoh, yaitu hanya ingin menyenagkan pemimpin.
Kalau sebuah bangsa, perusahaan, pesantren atau institusi lainnya diisi oleh pemimpin yang merasa sudah berpengalaman sehingga susah menerima nasehat, maka siap-siap saja untuk jatuh. Sebab, ia akan dikelilingi oleh orang-orang bodoh atau orang-orang berpengalaman dan pandai, namun berpura-pura bodoh sebab mencari aman. Dan ini sudah terbukti dengan jatuhnya banyak bangsa, perusahaan, pesantren dan lainnya.
Sebagai penutup, orang bodoh akan kalah dengan orang pandai, orang pandai akan kalah dengan orang cerdik, orang cerdik akan akan kalah dengan orang beruntung. Namun jangan mimpi akan mendapatkan keberuntungan kalau tidak pernah berani merasa bodoh, sehingga mau menerima nasihat agar menjadi pandai, akhirnya akan mendapatkan kecerdikan dan memetik keberuntungan.

Tuntutan masa kini mendorong kita untuk terus belajar, tidak peduli usia kita, jika kita ingin sukses. Belajar bukan lagi bagi mereka yang berumur 5 sampai 20 tahun, bukan juga selalu berada di dalam lembaga pendidikan dan kursus-kursus. Walau kita telah menghabiskan ribuan waktu belajar, kita hanya tahu sedikit tentang belajar efektif. Tidak ada jalan pintas untuk cepat mengerti namun partisipasi aktif dalam proses belajar mengajar dapat membuat belajar menjadi efektif. Memperhatikan pelajaran di kelas, membaca, berhenti menunda-nuda, belajar di tempat yang tenang, tidak bermain-main saat pelajaran, dan aktif bertanya adalah hal-hal yang biasanya kita yakin bisa memberikan hasil terbaik.

Terakhir saya sampaikan bahwa judul tulisan ini adalah semacam penyemangat buat saya, sekaligus ajakan buat kita semua agar kita mulai mawas diri, dan bahwa terkadang berpura-pura bodoh juga ada manfaatnya.

Mengapa?

Karena bagi kita yang notabene masih belajar, kita masih butuh banyak ilmu, masukan, maupun ide-ide dari orang lain atau Komunitas lain, dan semua itu akan kita dapatkan jika kita tidak "sok tahu", lebih baik kita pura-pura bodoh agar banyak yang bersedia membagi ilmunya dengan kita daripada "sok tau" yang nantinya selain kita di cap sombong juga kita akan kehilangan kesempatan untuk belajar dari orang-orang disekitar kita karena mereka enggan berbagi pengetahuannya dengan kita.

Ngomong-ngomong tentang "berpura-pura bodoh" hal itu dilakukan teman saya sekarang, misalkan; dia selalu berpura-pura bodoh dalam teknik SEO blog padahal kita bisa lihat sendiri sekarang ini posisi blog-nya menduduki halaman 1 Google dalam kontes SEO Mercedes-Benz Mobil Mewah Terbaik Indonesia dan "Amikom.us Tempat Belanja Hosting Murah", bukankah itu bisa dibilang dia pura-pura bodoh padahal sebenarnya dia cukup pintar memenangkan persaingan antar blogger seluruh Indonesia.

Semoga kita semua menjadi orang yang benar-benar pintar dan kadang bisa berpura-pura bodoh untuk sekedar menambah pengetahuan.
Read more »

Jangan Melemahkan Pancasila (Menjawab Artikel "Benang Merah Pancasila dan Zionisme dalam Talmud Yahudi")


Artikel ini saya tujukan untuk menjawab artikel dari Irfan S Awwas (dimuat juga dalam majalah Gatra, 19 Mei 2011) yang mana beliau menulis tentang "Benang Merah Pancasila dan Zionisme dalam Talmud Yahudi" yang juga dimuat pada situs VOA-ISLAM.COM. Artikel saya ini muncul begitu saja disela-sela saya mempromosikan artikel kontes blog semacam Radio Streaming Murah dan   Harga Jual Blackberry iPhone Laptop Murah . Alasan saya menulis ini mungkin lebih pada motivasi dan kekhawatiran saya atas makin banyaknya diskusi dan artikel yang membicaraan tentang pancasila, namun sebenarnya hal itu  tanpa disadari malah melemahkan Pancasila.

Sebelum saya uraikan pendapat saya, silahkan kamu baca dulu artikel lengkapnya agar kita bisa sama-sama berpikir dan menilai bagaimana esensi artikel tersebut:

Benang Merah Pancasila dan Zionisme dalam Talmud Yahudi

Oleh: Irfan S Awwas
(Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin)

FENOMENA munculnya komunitas Yahudi secara terbuka di Indonesia menarik dicermati, setidaknya karena dua alasan. Pertama, selain belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, secara konstitusional Indonesia belum mengakui eksistensi negara Israel yang masih menjajah negara Palestina.
Kedua, merebaknya isu Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, yang diklaim sebagai akibat ditinggalkannya ideologi Pancasila, yang ditengarai sejumlah pihak telah mengalami keropos dan ditinggalkan rakyat.
Kenyataan ini mendorong munculnya wacana 4 pilar kebangsaan. Yaitu NKRI, UUD 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika. Lalu, apa relevansinya mengaitkan kitab suci Yahudi, NII dan semangat kembali ke Pancasila? Tulisan berikut ini akan mengurai, adakah benang merah Pancasila dan Zionisme dalam Talmud Yahudi.

Pancasila dalam Talmud

Selama ini, Pancasila diyakini sebagai made in Indonesia asli, produk pemikiran yang digali dari rahim bumi pertiwi. Kemudian, berhasil dirumuskan sebagai ideologi dan falsafah bangsa oleh Bung Karno, hingga menjadi rumusan seperti yang kita kenal sekarang.
Sejauh mana klaim di atas memperoleh legitimasi historis serta validitas akademik? Adakah bangsa lain dan gerakan ideologi lain yang telah memiliki Pancasila sebelum Soekarno menyampaikan pidatonya di depan sidang BPUPKI, 1 Juni 1945?
....Pancasila bukanlah produk domestik yang orisinal, melainkan intervensi ideologi transnasional....
Sebagai peletak dasar negara Pancasila, Bung Karno mengaku, dalam merumuskan ideologi kebangsaannya, banyak terpengaruh pemikiran dari luar. Di depan sidang BPUPKI, Bung Karno mendiskripsikan pengakuannya:

“Pada waktu saya berumur 16 tahun, saya dipengaruhi oleh seorang sosialis bernama A. Baars, yang memberi pelajaran pada saya, ‘jangan berpaham kebangsaan, tapi berpahamlah rasa kemanusiaan sedunia”.

Tetapi pada tahun 1918, kata Bung Karno selanjutnya, alhamdulillah ada orang lain yang memperingatkan saya, yaitu Dr. Sun Yat Sen. Di dalam tulisannya San Min Chu I atau The Three People’s Principles, saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitisme yang diajarkan A. Baars itu. Sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan di hati saya oleh pengaruh buku tersebut.”

Pengakuan jujur Bung Karno ini membuktikan, sebenarnya Pancasila bukanlah produk domestik yang orisinal, melainkan intervensi ideologi transnasional yang dikemas dalam format domestik.
Sebagai derivasi gerakan Zionisme internasional, freemasonry memiliki doktrin Khams Qanun yang diilhami Kitab Talmud. Yaitu, monoteisme (ketuhanan yang maha esa), nasionalisme (berbangsa, berbahasa, dan bertanah air satu Yahudi), humanisme (kemanusiaan yang adil dan beradab bagi Yahudi), demokrasi (dengan cahaya Talmud suara terbanyak adalah suara tuhan), dan sosialisme (keadilan sosial bagi setiap orang Yahudi). (Syer Talmud Qaballa XI:45).

Tokoh-tokoh pergerakan di Asia Tenggara juga merujuk pada Khams Qanun dalam merumuskan dasar dan ideologi negaranya. Misalnya, tokoh China Dr. Sun Yat Sen, seperti disebut Bung Karno, dasar dan ideologi negaranya dikenal dengan San Min Chu I, terdiri dari: Mintsu, Min Chuan, Min Sheng, nasionalisme, demokrasi, dan sosialisme.

Asas Katipunan Filipina yang dirumuskan oleh Andreas Bonifacio, 1893, dengan sedikit penyesuaian terdiri dari : nasionalisme, demokrasi, ketuhanan, sosialisme, humanisme. Begitupun, Pridi Banoyong dari Thaeland, 1932, merumuskan dasar dan ideologi negaranya dengan prinsip: nasionalisme, demokrasi, sosialisme, dan religius.

Sedangkan Bung Karno, proklamator kemerdekaan Indonesia, pada mulanya merumuskan ideologi dan dasar negara Indonesia yang disebut Panca Sila terdiri dari: nasionalisme (kebangsaan), internationalisme (kemanusiaan), demokrasi (mufakat), sosialisme, dan ketuhanan.
Prinsip indoktrinasi Zionisme, memang cukup fleksibel. Dan fleksibilitasnya terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan pola pikir pimpinan politik di setiap negara.
....Rumusan Pancasila versi Bung Karno, memiliki kesamaan dengan doktrin zionisme yang dijiwai Talmud....
Pertanyaannya, adakah kesamaan ideologi dari tokoh  dan aktor politik di atas bersifat kebetulan, atau memang berasal dari sumber yang sama, tapi dimainkan oleh aktor-aktor politik yang berbeda?
Dalam kaidah mantiq, dikenal istilah tasalsul, yaitu rangkaian yang berkembang, mustahil kebetulan. Artinya, sesuatu yang berpengaruh pada yang sesudahnya, pastilah bukan kebetulan.

Rumusan Pancasila versi Bung Karno, memiliki kesamaan dengan doktrin zionisme yang dijiwai Talmud. Sehingga, klaim Pancasila sebagai produk domestik terbantahkan secara faktual.

Intervensi ideologi ini, berpengaruh besar terhadap perkembangan Indonesia pasca kemerdekaan. Di zaman demokrasi terpimpin, pengamalan Pancasila berwujud Nasakom (nasionalisme, agama, komunisme). Sedang di zaman orde baru, praktik Pancasila berbentuk asas tunggal. Kedua model amaliah Pancasila itu, telah melahirkan ideologi politik traumatis.

Melestarikan Pancasila seperti diwariskan kedua rezim di atas, berarti melestarikan doktrin Yahudi, yang bertentangan dengan konstitusi negara. Dan tidak konsisten dengan semangat kemerdekaan. Muqadimah UUD 1945, menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.
Dalam kaitan ini, pemerintah bertanggungjawab merealisasikan dasar dan ideologi negara, selaras dengan muqadimah UUD ’45. Seperti tertuang dalam pasal 29 ayat 1, bahwa negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
....Melestarikan Pancasila seperti diwariskan kedua rezim di atas, berarti melestarikan doktrin Yahudi...
Prof. Hazairin, SH menafsirkan negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah: pertama, di negara RI tidak boleh ada aturan yang bertentangan dengan agama. Kedua, negara RI wajib melaksanakan Syariat Islam bagi umat Islam, syariat Nasrani bagi umat Nasrani, dan seterusnya sepanjang pelaksanaannya memerlukan bantuan kekuasaan negara. Ketiga, setiap pemeluk agama wajib menjalankan syariat agamanya secara pribadi. (Demokrasi Pancasila, 1975).

Oleh karena itu, hasrat membicarakan kembali Pancasila sekarang haruslah dalam semangat kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Tanpa intervensi ideologi asing, dan tanpa mendiskreditkan pihak lain dengan alasan antipancasila, anti NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan slogan lainnya. Setiap warganegara berhak ikut merumuskan dasar dan ideologi negara yang benar, tanpa intimidasi dari pihak manapun. [saya cuplik dari : voa-islam.com]

Sekarang saya ajak untuk mencermati Pancasila. Silahkan baca artikel diatas dan coba kita cermati, pada kalimat "....Pancasila bukanlah produk domestik yang orisinal, melainkan intervensi ideologi transnasional...." secara logika dan penelusuran sejarah mungkin sekali hal itu benar. 

Kemudian pada kalimat "....Rumusan Pancasila versi Bung Karno, memiliki kesamaan dengan doktrin zionisme yang dijiwai Talmud...."  ini juga mungkin benar. 

Akan tetapi pada kalimat "....Melestarikan Pancasila seperti diwariskan kedua rezim di atas, berarti melestarikan doktrin Yahudi...". Ini yang saya tidak setuju. Ini omong kosong yang meresahkan.

Mengapa?
Taruhlah mungkin memang dulu Bung Karno dalam perumusan Pancasila banyak mengadopsi pemikiran-pemikiran barat, kemudian dipengaruhi juga oleh Ideologi dari China dan Yahudi, namun apakah itu berarti kita ikut melaksanakan doktrin-doktrin semacam itu? 

Pancasila dan Yahudi

Saya pakai analogi lebih sederhana, saya itu alergi dengan yang namanya buah durian, namun ibu saya senang sekali membuat es krim rasa durian, dan anehnya ketika ibu saya membuat es krim rasa durian kenapa saya tidak lagi alergi memakan es krim tersebut, padahal sama-sama mengandung durian?

Nah, inilah juga yang ada dalam pancasila. Mungkin memang komposisi (sebelum dikemas menjadi 5 sila tersebut) elemen-elemen pembentuk pemikirannya berasal dari mana-mana, ada dari paham komunis, sosialis, yahudi, atau dari barat sekalipun, namun saat dia telah diolah dengan pemikiran matang bersemangat kebangsaan Indonesia, maka sisi-sisi negatif dari luar itu akan di filter dengan sendirinya.

Bukan hanya Bung Karno yang saya katakan disini, bahkan Pak Harto yang konon katanya sengaja merebut kekuasaan dari Pak Karno juga mengagumi Pancasila, dan pada perkembangannya justru di tangan Suharto-lah Pancasila mencapai kesakralan dan kesaktiannya. Bayangkan jika dulu Suharto tidak mewajibkan Penataran P4 dan Pancasila, apakah pancasila dapat berjaya seperti sekarang ini.

Kembali lagi pada Pancasila, kita semua tahu bahwa sekarang pancasila tak lagi menjadi isu populer di tengah masyarakat. Dewasa ini pancasila hanya sekedar formalitas belaka, akhirnya kita merasakan pemahaman yang tidak menghadirkan kondisi falsafah hidup bangsa sebagai kebutuhan yang mengalir dan menjadi sikap sebagai karakter bangsa. Betapa pentingnya karakter sebagai kunci untuk mempertimbangkan resistensi terhadap nilai-nilai yang menggoyahkan pancasila. Dan salah satu hal yang ikut menyumbang pada pelemahan nilai-nilai Pancasila adalah jika kita terus-terusan sok tau memperdebatkan Pancasila seperti pada artikel diatas.

Saya cuplikkan lagi petikan penutup dari artikel diatas "Hasrat membicarakan kembali Pancasila sekarang haruslah dalam semangat kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Tanpa intervensi ideologi asing, dan tanpa mendiskreditkan pihak lain dengan alasan antipancasila, anti NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan slogan lainnya. Setiap warganegara berhak ikut merumuskan dasar dan ideologi negara yang benar, tanpa intimidasi dari pihak manapun". Hal itu terlihat bagus, namun hal yang bagus tersebut jika kita terus melebarkan pembahasannya, membuka celah kelemahannya, maka yang ada hanyalah pergeseran makna dan tujuan sesungguhnya dari Pancasila. 

Pancasila menjadi kurang sakti itu karena banyak orang yang mau "memodifikasinya". Jika memang pancasila itu ingin kita anggap sebagai falsafah negara (dan bangsa Indonesia memang telah sepakat demikian), maka kita harus junjung kemurniannya. Kalau perlu jangan dibuka celah diskusi, jika nanti hal itu malah akan melemahkan bangsa. 

Pancasila sebagai produk manusia, sudah barang tentu ada kekuarangan, namun jika kekurangan/kelemahan tersebut kita tonjol-tonjolkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka itu bisa menjadi awal bahaya bangsa. Tidak usah kita kait-kaitkan Pancasila dengan Komunis, China, atau Yahudi, bahkan jika seandainya itu benar-pun saya lebih setuju jika hal itu tidak usah dibicarakan, biar Pancasila sebagai pemersatu kita tidak goyah karena isu-isu rasialis dan sejenisnya, ingat persatuan NKRI berdasarkan Pancasila itu lebih mahal dari sekedar dugaan-dugaan asal-usul Pancasila yang belum jelas kebenarannya.


****

Read more »

Kisruh PSSI; Apa dan Bagaimana


Apakah kamu mengikuti perkembangan dunia sepak bola Indonesia, khususnya terkait dengan kisruh PSSI?

Beberapa hari ini saya sedang senang mengikuti perkembangan PSSI, meski banyak kisruh disana-sini, namun menarik juga untuk disimak, karena asiknya saya sampai lupa meng-update blog dan mengoptimasi artikel kontes Mercedes-Benz Mobil Mewah Terbaik Indonesia serta Komodo Island is the NEW 7 Wonders of The World

Oke, kembali lagi ke permasalahan PSSI. Seperti kita tahu bahwa kongres PSSI kemarin dibubarkan karena kondisi yang tidak kondusif dan mengarah pada kekacauan. Dengan adanya kisruh dalam PSSI dan dunia sepak bola Indonesia, kini hampir semua orang jadi pengamat sepak bola, ya meskipun mereka mungkin asal ngomong dan subyektif plus pemikirannya terpengaruh sama berita di TV. 

Sengaja pada posting saya kali ini ingin sedikit mengulas tentang kisruh di tubuh PSSI, terutama terkait dengan gagalnya Kongres PSSI baru-baru ini. Sebagian tulisan saya ini juga saya ambil dari tulisan Pak Mansyur Alkatiri yang sempat juga mengulas kisruh PSSI ini dalam artikelnya di Kompasiana. 

Berikut saya cuplikkan beberapa point pentingnya:

Seluruh pemilik suara di Kongres PSSI, baik yang ro GT-AP (K-78) maupun yang anti GT-AP (di luar mereka) dulunya adalah antek-antek Nurdin semua. Mereka pilih Nurdin dengan suara bulat saat Nurdin Halid dipenjara, dan ini jelas melanggar Statuta FIFA. Jadi bukan cuma K-78!

Perbedaannya sekarang, kelompok yang anti GT-AP kini mengusung dua nama terkuat yang semuanya orang dekat Nurdin Halid, yaitu:  Agusman Effendi (anggota DPR dari Golkar) dan Ahsanul Qosasih (anggota DPR dari Demokrat). Status mereka sebagai politisi jelas rawan sekali membawa PSSI sebagai kendaraan politik seperti Nurdin Halid dulu. Mereka juga sulit dipercaya bakal menjalankan reformasi total di PSSI, termasuk membongkar seluruh skandal suap dan kolusi yang menyelimuti rezim Nurdin Halid, termasuk kolusinya dengan beberapa pejabat FIFA (antara lain Thierry Regennas), hingga Nurdin disahkan sebagai ketua umum PSSI lagi meski statusnya adalah narapidana.

Agusman Effendi ini malah menempatkan diri jadi bempernya Nurdin saat Nurdin di penjara selama dua tahun. Ia terima perintah Nurdin sebagai pelaksana tugas ketua umum PSSI selama Nurdin dipenjara. Sedangkan Ahsanul Qosasih adalah bendahara PSSI, yang diduga bermasalah keuangannya, terutama dalam kaitan dengan APBD dan APBN.

Sedangkan kelompok 78 jelas memihak orang baru, yaitu George Toisutta dan Arifin Panigoro yang lebih independen daripada Ahsanul Qosasih (DPR Demokrat) dan Agusman Effendi (DPR Golkar).
GT-AP juga berperan besar dalam gerakan reformasi PSSI, yang akhirnya menjungkalkan razim Nurdin Halid. Di tangan mereka agenda reformasi PSSI lebih memungkinkan dilaksanakan. Dan karena keduanya tidak pernah masuk dalam ketiak rezim Nurdin Halid, maka mereka tak punya beban moral untuk membongkar seluruh skandal suap dan kolusi di tubuh PSSI era Nurdin.

FIFA dibawah kendali Thierry Regennas nampaknya cukup ketakutan dengan sepak terjang GT-AP, yang mungkin bakal membongkar habis skandal-skandal Nurdin, karena itu akan berimbas ke dirinya dan beberapa pejabat FIFA yang memback up Nurdin dulu.
Jadi, kenapa ada orang yang justeru memusuhi kelompok 78? Kenapa mereka tidak memasalahkan kelompok lainnya yang mengusung orang-orang dekat Nurdin untuk jadi ketua umum PSSI? Dimana akal sehat? Dimana sikap reformis mereka?
Atau jangan-jangan itu karena GT seorang jenderal? Terus kenapa kalau dia jendral? Bukankah Agum Gumelar dulu juga seorang jendral aktif saat menjabat ketum PSSI? Begitu pula dengan jendral-jendral sebelumnya seperti Kardono dan Bardosono?

Jujurlah kawan! Nurdin Halid bisa lengser seperti itu ya juga karena perjuangan habis-habisan GT dan AP. Dibutuhkan tangan seorang jendral untuk bisa menggusur dikatotor Nurdin yang didukung duit besar Bakrie. Arifin Panigoro habiskan uang pribadi sampai 100 miliar untuk mereformasi PSSI, lewat jalur LPI, sebuah liga yang profesional, bebas dari APBD. Bukan seperti LPI yang amatiran, hidup dari APBD. AP juga janjikan akan berikan Rp 1 M untuk setiap Pengprov sebagai dana pembinaan sepakbola di setiap daerah. Dan yang pasti, Arifin tak akan cari makan di PSSI! Ia yang keluar duit untuk jadikan PSSI sebagai Macan Asia! Seperti janji Toisutta di DPR. Harusnya kita semua berterima kasih pada mereka berdua, bukan malah menjegal mencaci mereka!

(Mansyur Alkatiri).

Kemudian, jika kita mau melihat dengan lebih bijak, kisruh PSSI tidak seharusnya membawa kita pada dualisme kelompok, tapi mesti juga di lihat dari perspektif yang netral. Bahwa PSSI berada di bawah FIFA memang benar, namun bahwa PSSI juga adalah organisasi olah raga dibawah KONI itu juga harus dilihat sebagai sebuah fakta.

Seharusnya PSSI berani mengambil jalan yang terbaik, kalau terpaksa mungkin bisa sedikit ekstrem (keluar dari FIFA untuk sementara) hingga semua persoalan diselesaikan secara internal. baru kemudian masuk lagi sebagai anggota FIFA, toh dulu kita juga pernah keluar dari PBB dan kemudian masuk kembali jadi anggota PBB.

Bahasa kasarnya, kisruh PSSI ibarat borok yang sudah membusuk, maka untuk mengobatinya harus dibuat luka sampai berdarah-darah lalu diobati agar sembuh total. Biar saja PSSI di suspend sama FIFA, lakukan perbaikan dan pembenahan lalu nanti baru masuk lagi. Kita tidak perlu berharap banyak dari FIFA untuk membenahi PSSI karena organisasi ini pun tidak lepas dari tudingan kasus suap dan penyelewengan terhadap sejumlah pengurusnya. 

Saya tetap dukung sepakbola Indonesia, buat pemerintah tolong segera hentikan Kisruh PSSI,  buat PSSI lakukan yang terbaik, jangan takut dengan intervensi dari pihak manapun !!!


***

Read more »

Yang Paling

Ada seorang guru *) bertanya pada murid-muridnya:

Guru = "Apakah yang paling dekat dengan kita di dunia ini?
Murid 1 = "Orang tua."
Murid 2 = "Guru."
Murid 3 = "Teman."
Murid 4 = "Kaum kerabat."
Guru = "Semua jawanan kalian benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu adalah janji Allah, bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati, (Surah Ali-Imran :185).
 ***
Guru = "Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?"
Murid 1 = "Negeri Cina "
Murid 2 = "Bulan."
Murid 3 = "Matahari."
Murid 4 = "Bintang-bintang."
Guru = "Semua jawaban kalian tidak ada yang salah. Tetapi yang paling tepat adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan apa yang Allah perintahkan."

 ***
Guru = "Apa yang paling besar di dunia ini?"
Murid 1 = "Gunung."
Murid 2 = "Matahari."
Murid 3 = "Bumi."
Guru = "Semua jawaban kalian benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka."

 ***
Guru = "Apa yang paling berat di dunia?"
Murid 1 = "Baja."
Murid 2 = "Besi."
Murid 3 = "Gajah."
Guru = "Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua berkata tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah."

 ***
Guru = "Apa yang paling ringan di dunia ini?"
Murid 1 = "Kapas."
Murid 2 = "Angin."
Murid 3 = "Debu."
Murid 4 = "Daun-daun."
Guru = " Semua jawaban kalian tepat, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, dengan mudah kita tinggalkan sholat."

 ***
Guru = "Apa yang paling tajam di dunia ini?"
Murid- Murid dengan serentak menjawab = "Pedang."
Guru = "Itu benar, tapi benda yang paling tajam di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri".
 ***
 
*) = Guru tersebut adalah Imam Ghozali.

Imam Al-Ghazali nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad Ibnu Muhammad Al-Ghazali, yang terkenal dengan hujjatul Islam (argumentator islam) karena jasanya yang besar di dalam menjaga islam dari pengaruh ajaran bid’ah dan aliran rasionalisme yunani. Beliau lahir pada tahun 450 H, bertepatan dengan 1059 M di Ghazalah suatu kota kecil yang terlelak di Thus wilayah Khurasah yang waktu itu merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan di dunia islam.

Karya-Karya Imam Al Ghazali

Imam Al Ghozali termasuk Ulama sekaligus Penulis Kitab-Kitab Islam yang tidak terbandingkan lagi, karya imam Al Ghazali diperkirakan mencapai 300 kitab, diantaranya adalah :
1. Maqhasid al falasifah (tujuan para filusuf), sebagai karangan yang pertama dan berisi masalah-masalah filsafah.
2. Tahaful al falasifah (kekacauan pikiran para filusifi) buku ini dikarang sewaktu berada di Baghdad di kala jiwanya di landa keragu-raguan. Dalam buku ini Al Ghazali mengancam filsafat dan para filusuf dengan keras.
3. Miyar al ‘ilmi/miyar almi (kriteria ilmu-ilmu).
4. Ihya’ ulumuddin (menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama). Kitab ini merupakan karyanya yang terbesar selama beberapa tahun ,dalam keadaan berpindah-pindah antara Damakus, Yerusalem, Hijaz, Dan Thus yang berisi panduan fiqih, tasawuf dan filsafat.
5. Al munqiz min al dhalal (penyelamat dari kesesatan) kitab ini merupakan sejarah perkembangan alam pikiran Al Ghazali sendiri dan merefleksikan sikapnya terhadap beberapa macam ilmu serta jalan mencapai tuhan.
6. Al-ma’arif al-aqliyah (pengetahuan yang nasional)
7. Miskyat al anwar (lampu yang bersinar), kitab ini berisi pembahasan tentang akhlak dan tasawuf.
8. Minhaj al abidin (jalan mengabdikan diri terhadap tuhan).
9. Al iqtishad fi al i’tiqod (moderisasi dalam aqidah).
10. Ayyuha al walad.
11. Al musytasyfa
12. Ilham al –awwam an ‘ilmal kalam.
13. Mizan al amal.
14. Akhlak al abros wa annajah min al asyhar (akhlak orang-orang baik dan kesalamatan dari kejahatan).
15. Assrar ilmu addin (rahasia ilmu agama).
16. Al washit (yang pertengahan) .
17. Al wajiz (yang ringkas).
18. Az-zariyah ilaa’ makarim asy syahi’ah (jalan menuju syariat yang mulia)
19. Al hibr al masbuq fi nashihoh al mutuk (barang logam mulia uraian tentang nasehat kepada para raja).
20. Al mankhul minta’liqoh al ushul (pilihan yang tersaing dari noda-noda ushul fiqih).
21. Syifa al qolil fibayan alsyaban wa al mukhil wa masalik at ta’wil (obat orang dengki penjelasan tentang hal-hal samar serta cara-cara penglihatan).
22. Tarbiyatul aulad fi islam (pendidikan anak di dalam islam)
23. Tahzib al ushul (elaborasi terhadap ilmu ushul fiqiha).
24. Al ikhtishos fi al ‘itishod (kesederhanaan dalam beri’tiqod).
       25. Yaaqut at ta’wil (permata ta’wil dalam menafsirkan al qur’an).
 

 ***
 Ref: Tim Penyusun Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam, ( Jakarta : Van Hoeve Letiar Baru, 1997 ), cet. Ke 4, hal. 25.
Dukung blog ini dalam kontes Mercedes-Benz Mobil Mewah Terbaik Indonesia  dan  websasdesign.com cinta blogger
 

Read more »

Apa Arti Kesuksesan yang Sebenarnya


Tadi siang saya jalan-jalan ke blog para master yang sering memenangkan kontes blog. Pada kolom komentar mereka banyak tertulis pesan kesan dari para sahabat (termasuk dari saya) yang mengucapkan selamat atas prestasi mereka, rata-rata mereka menuliskan :
"Selamat Gan udah menang kontes, SUKSES terus Gan..." atau ada juga yang memberi komentar begini "Selamat Mas, blognya bagus, semoga makin SUKSES".

Tulisan kata SUKSES disini sengaja saya buat besar dengan huruf kapital, karena pada artikel kali ini saya ingin membahas tentang arti dan makna SUKSES atau Kesuksesan.
Sebetulnya apa definisi sukses itu? 
Kaya? Terkenal? Hebat? Networking banyak? Selalu jadi Pemenang? Atau apa....?

Saya tidak bermaksud membuat definisi sendiri disini, namun jika itu semua adalah definisi sukses, maka saya yakin semua orang tidak akan ada yang bisa mendapat predikat sebagai orang Sukses, bahkan mungkin lebih suka tidak menjadi sukses. 

Coba kita nalar sama-sama, terlalu menyedihkan rasanya apabila semua usaha yang ada itu diberi label menjadi sebuah status (status sukses). Kesuksesan sejati menurut saya adalah sebuah proses yang berkesinambungan, sementara Status justru menghentikan proses tersebut.


Sukses adalah saat kita berhasil secara konsisten mempertahankan performa. Saat kita secara konsisten terus berkembang dan menjadi lebih baik. Dan Kesuksesan yang paling besar  menurut saya adalah saat kita secara konsisten mampu mengalahkan diri sendiri dari sifat dan karakter yang tidak mengantarkan pada kesuksesan.

Sukses bukan tentang status atau memenangkan persaingan.
Bukan juga koneksi, usaha, semangat, apalagi takdir.
Bagiku, sukses adalah masalah pilihan pribadi, kapan harus memulai, mengusahakan secara maksimal, mencapai hasil, untuk kemudian berusaha konsisten pada pencapaian itu sambil mengintervensi diri agar tidak terjatuh lagi.

Jadi, mari kita terus berusaha meraih Kesuksesan yang Sebenarnya dan berusaha meningkatkan performa diri setiap hari. Kesuksesan yang satu jangan lantas membuat kita mengendurkan semangat, karena kesuksesan tanpa kemampuan untuk menjaga kesuksesan itu sendiri maka akan berakhir dengan kegagalan.

Salam Sukses !!!

Read more »

Laila Mohd Faisal Mencurigakan


Saya punya sedikit cerita tentang seorang wanita dari Inggris yang mengirimkan email pada saya. Namanya Laila Mohd Faisal. Berikut ini email kirimannya:

Apa kabar,my name is laila mohd faisal,i am presently in Uk, My father is from (sabah) Malaysia and my mum from UK,i will be coming to Malaysia for my Vacation soon.i want us to be close before i come to Malaysia so that you can show me around Malaysia when i visit.please feel free to write me ,so we can get to know our self more. hope to hear from you,, my email is lailamohdfaisal@yahoo.com

Pertama mendapat email dari dia saya berpikir mungkin dia orang iseng, lalu sayapun iseng membalas emailnya, dan akhirnya jadilah saling balas-membalas email. Terakhir dia juga sempat mengirimkan foto dirinya dan dia meminta agar saya mengirimkan foto ke dia (tapi saya menolaknya).
Berikut ini salahsatu email balasan dari dia:

baby you are so sweet..........am finally so happy that i meet a nice man....u capture my every thought.....i want to have your pictures on my laptop ....if you don't mind to send me more pictures of you to my email.....i will be more than happy to look at  them everyday and night .....you are so sweet man...and its rare....i would like to invest in a lucrative place, and it depends on what i will invest on that is why i need your help to tell me what exactly i can invest on, maybe both of us can invest together. then about the house i also need you to tell me which state is very cool for me to buy the house a very conducive environment.

check my various pictures i sent to you,,. ..I hope you like them dear.....haaaaa....one thing you should know more  about me is that I am a very honest and modest lady...hope you like that..i speak very little Malay too...
i will be on my computer waiting to read again from you...your sweet words and assuring too....thank you so much...am so  glad i meet you...
take care now... my number +447031899562 please call me

Dan ini foto Laila Mohd Faisal yang dikirim melalui email pada saya.



Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari email-email cewek ini, wajahnya juga pas-pasan. Sampai hari ini dia masih sering mengirim email dan saya terus mempelajari kira-kira apa motif sebenarnya dari tindakannya itu. Jika kalian pernah mendapatkan email sejenis seperti saya tentu kalian akan curiga, karena tiada api tiada asap tiba-tiba dia mengirim email, mengajak kenalan, dan seolah-olah sok dekat begitu, makanya saya punya sedikit kecurigaan bahwa dia punya maksud-maksud tertentu.

Memang sampai saat ini saya belum melihat indikasi dia mau menipu, sementara ini dia sebatas bertukar cerita dan minta untuk berkomunikasi lebih lanjut melalui telpon (namun saya tidak mau menghubunginya).

Pesan saya buat pembaca semua jika ada yang pernah mendapat email sejenis itu atau menemukan orang ini silahkan berikan komentar, karena menurut saya Laila Mohd Faisal Mencurigakan. Jika memang terbukti dia penipu jangan segan-segan untuk mengungkapkan disini dan kita cegah serta sosialisasikan motifnya itu pada teman-teman, agar tidak ada korban yang masuk dalam penipuannya.




***
Dukung blog saya dalam kontes gogo2011 kobamusaji dan websasdesign.com cinta blogger

Read more »

Menjadi Blogger yang Tahu Diri dan Ingat Mati

Menjadi Blogger yang Tahu Diri, Ingat Mati, dan Senantiasa Mengharap Rahmat-Nya

Pagi ini saya terbangun jam 3 pagi, seperti biasa sayapun menghidupkan komputer berharap dapat belajar dari dunia maya. Aktifitas online memang saya lakukan malam mengingat kalau siang saya punya kegiatan lain, dan hal itu juga karena keterbatasan signal internet yang lemah didaerahku (baca selengkapnya dalam Tentang Desa Babadsari).

Tidak seperti biasanya saya merenung, tidak tahu mengapa saya jadi merindukan ketenangan. Sejenak saya teringat akan sebuah cerita yang menurut saya benar-benar menginspirasi kehidupan sebagai seorang yang beranjak dewasa seperti saya, cerita nyata dari seorang Polisi yang sedang belajar menemukan makna hidup sejati. Untuk lebih jelasnya silahkan simak saja cerita berikut:

 Tatkala masih dibangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang.

Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang. Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri:

"Alangkah sabarnya mereka ... setiap hari begitu ... benar-benar mengherankan! " Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagi aan orang mukmin dan itulah shalat orang-orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk bermunajat kepada Allah.

Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing. Disana, aku tak mendengar lagi suara bac aan Al-Qur'an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat.

Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. Pekerj aan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi. Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak.

Aku bingung dan sering melamun sendirian... banyak waktu luang... pengetahuanku terbatas. Aku mulai jenuh... tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelak aan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiay aan lain. Aku bosan dengan rutinitas.

Sampai suatu hari terjadilah sebuah peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan. Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol... tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.

Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.

Ucapkanlah "Laailaaha Illallaah ... Laailaaha Illallaah .." perintah temanku. Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding. Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat... Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar.

Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bac aan syahadat. Tetapi... keduanya tetap terus saja melantunkan lagu. Tak ada gunanya... Suara lagunya terdengar semakin melemah... lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak...keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun. Selama perjalanan hanya ada kebisuan. Hening...

Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su'ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata "Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk.. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia." Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.

Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicar aan kami tentang kematian. Pembicar aan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.

Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat khusyu' sekali. Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali pada kebiasaan ku semula... Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu.

Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.

Kejadian yang menakjubkan. .. Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu.... sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota . Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang taat menjalankan perintah agama. Wajahnya begitu bersih - mungkin karena sering tersiram air wudhlu. Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.

Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an... dengan suara amat lemah.

"Subhanallah! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an? Darah mengguyur seluruh pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati. Dalam kondisi seperti itu,ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan suaranya yang merdu.

Selama hidup, aku tak pernah mendengar bac aan Al-Qur'an seindah itu.Dalam batin aku bergumam sendirian "Aku akan menuntunya membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu... apalagi aku sudah punya pengalaman." aku meyakinkan diriku sendiri.

Aku dan kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bac aan Al-Qur'an yang merdu itu. Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup ke setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat.

Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sampai di rumah sakit..... Kepada orang-orang di sana, kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah. Semua ingin ikut menyolatinya.

Salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelak aan , sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerj aan itu rutin ia lakukan setiap hari senin. Di sana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.
Cerita diatas mungkin hanya sebatas cerita, tapi bagi kita yang mau mendalami makna yang ada dan tersirat didalamnya sungguh itu membuat trenyuh, hati seakan berdesir, saya sering meneteskan air mata jika membaca atau mendengar kisah-kisah yang menceritakan tentang makna kehidupan yang sebenarnya. Karena saya sadar bahwa apapun yang kita lakukan dari kecil sampai mati nanti semua itu hanya sebatas untuk beribadah dan mencari ridho-Nya, tidak lebih dari itu.

Bersama tulisan ini saya juga mengajak kepada para blogger indonesia, rekan-rekan terbaik saya, marilah kita menjadi blogger yang ikhlas, membaca dan menulis semata-mata untuk meraih ridho-Nya, apapun itu, meski mungkin kalian pecinta kontes SEO (seperti pada kontes websasdesign.com cinta blogger) yang tujuan kalian mencari kemenangan, namun niatkan itu juga untuk beribadah meraih ridho-Nya. Karena, bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa, hanya ada satu harap, semoga kita mendapat rahmat-Nya dan menjadi penghuni surga. 

Online untuk Ibadah

Biarlah dunia jadi kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok-seok, di sela dosa dan pertaubatan. Hari ini semoga masih ada usia, untuk mengejar rahmat dan ridho-Nya, dengan amal-amal yang nyata: memperbaiki diri dan mengajak orang lain meskipun sebatas melalui tulisan, melalui blog yang ada di dunia maya. 

Semoga artikel sederhana Menjadi Blogger yang Tahu Diri, Ingat Mati, dan Senantiasa Mengharap Rahmat-Nya ini dapat menjadi bahan renungan kita semua.
Salam...
***
Read more »

Arti Penting Istirahat (Termasuk Bagi Bloger)

Arti Penting Istirahat (Termasuk Bagi Bloger)

Sudah beberapa hari ini saya tidak mengupdate posting artikel di blog ini. Ada banyak alasan sebenarnya, namun salah satunya adalah karena saya sudah kelelahan beraktifitas di siang hari sehingga diwaktu malam seolah tidak lagi mampu lagi bermain blog, padahal selain banyak ide yang ingin ditulis, selain itu juga saya perlu mengoptimasi beberapa postingan yang saya ikutkan kontes blog yaitu: gogo2011 kobamusajiMeriahkan pesta ulang tahun bersama GarudaFoodKomodo Island is the NEW 7 Wonders of The World,  dan GlobalAdsense.com portal iklan PPC terbaik Indonesia.

Selain itu beberapa hari ini saya juga sedang membantu rekan yang sedang membuat blog yaitu http://www.enditiara.com yang katanya dia ingin ikut-ikutan jadi bloger seperti kita semua. :-)


Mark McCormack, penulis buku What They Don’t Teach You at Harvard Business School mengatakan bahwa kita bekerja keras atau tidak, sebagai manusia, kita semua akan mengalami sedikit depresi mental dan fisik di siang hari. McCormack menyebutkan juga bahwa tidur siang sejenak, satu jam atau bahkan 15 atau 10 menit saja untuk tujuan relaksasi, mengosongkan pikiran (beberapa orang menyebutnya sebagai meditasi) akan menyegarkan kembali stamina yang menurun, ide yang tumpul dan emosi yang lelah. 


Menurut McCormack, "Seringkali, cara terbaik untuk mengembalikan energi bukanlah dengan melawannya (memaksakan diri untuk terus bekerja). Berhenti dan beristirahatlah!" Dampak tidur siang sejenak membuat kita segar dan aktif kembali untuk meraih prestasi puncak.




Seperti sebuah mesin mobil yang perlu berhenti beroperasi sejenak, ganti oli, isi bensin, dan tune up, tubuh manusia pun demikian. Tubuh kita "tidak" didesain untuk bekerja 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. Kita perlu beristirahat. Istirahat berdampak mengembalikan kesegaran tubuh. Dengan beristirahat sejenak di antara pekerjaan yang kita lakukan, kita menjadi segar kembali dan lebih produktif dibandingkan dengan memaksakan tubuh untuk bekerja terus tanpa henti.


Pernahkan saudara merasa tiba-tiba pikiran menjadi tumpul? Pernahkan saudara merasa daya konsentrasi saudara menurun setelah bekerja beberapa lama tanpa henti? Walaupun saudara sudah berusaha mencari solusi, sepertinya semuanya terlihat buntu? Mungkin salah satu masalahnya bukanlah pada kepsaudaraian saudara, tetapi pada kelelahan mental. Pikiran saudara bekerja terlalu keras, sehingga menjadi teramat lelah dan tak bisa berfungsi setajam seperti biasanya. Dengan beristirahat sejenak, saudara bisa mengembalikan kesegaran mental saudara. Pikiran yang telah disegarkan bisa menjadi "lebih" kreatif dan lebih tajam. Tentunya kedua hal ini (pikiran tajam dan kreativitas) merupakan senjata ampuh untuk menggempur masalah, mencari solusi, dan menciptakan perubahan yang diperlukan untuk hasil yang lebih optimal.


Orang yang bekerja terlalu lama atau terlalu banyak dalam ritme yang selalu cepat serta konsentrasi tinggi, pada suatu saat akan mencapai titik jenuh. Kondisi seperti ini membuat orang tersebut menjadi lebih sensitif secara emosional, sehingga emosi negatif menjadi lebih mudah terpacu keluar. Pernahkah saudara tiba-tiba merasa kesal atau marah pada hal-hal kecil yang biasanya tidak membangkitkan emosi saudara? Pernahkah saudara merasa kehilangan gairah untuk terus bekerja dengan aktif atau melihat pekerjaan yang tadinya menyenangkan untuk dilakukan menjadi membosankan? Ini adalah beberapa saudara yang mengingatkan saudara untuk beristirahat sejenak guna mengembalikan kesegaran emosi saudara. Setelah beristirahat, selain fisik yang lebih segar, kemampuan otak yang lebih tajam, emosi pun menjadi lebih positif: motivasi dan semangat kerja bisa saudara peroleh kembali atau bahkan bisa lebih meningkat.


Tiap orang pasti memiliki daya rentang konsentrasi yang berbeda. Ada yang memiliki daya rentang konsentrasi panjang, ada pula yang pendek. 


Ken Gnanakan dalam bukunya Manajemen Diri menceritakan pegalaman Peter Drucker, sang maha guru di bidang manajemen, sebagai konsultan bagi seorang pimpinan di sebuah bank. Pimpinan ini mengatur agar setiap rapat dilakukan dalam rentang waktu 90 menit. Alasannya? Sang pemimpin sadar, ia tidak akan bisa berkonsentrasi penuh lebih dari 90 menit, tetapi ia juga menganggap rapat yang terlalu pendek tidak akan efisien juga.


Menurut Drucker, konsentrasi merupakan hal yang esensial dalam mengerjakan suatu pekerjaan penting. Namun, tokoh ini juga mengingatkan agar pekerjaan tersebut dikerjakan dalam rentang konsentrasi kita. Jadi, penting bagi kita untuk mengenali rentang konsentrasi kita. Jika kita telah mengenali keterbatasan konsentrasi ini, kita bisa mengatur waktu kita sedemikian rupa, agar bisa bekerja dalam batasan rentang konsentrasi kita masing-masing: tidak lebih dan tidak juga kurang.


Apakah kamu bekerja terlalu keras dan sering mengalami kelelahan fisik, mental, dan emosi?


Mungkin sudah saatnya kamu semua menerapkan kebiasaan baru untuk beristirahat sejenak. Tetapi istirahat dilakukan dengan efektif untuk tujuan penyegaran bukannya untuk alasan menghindari atau melarikan diri dari suatu tanggung jawab.


Semoga tulisan pendek "Arti Penting Istirahat" ini dapat menjadi inspirasi, dan selamat menikmati waktu istirahat anda....

:-)
Read more »

Tentang Profesor, Keluhuran Ilmu, dan Budi Pekerti



Seiring perkembangan dunia pendidikan yang diikuti pula dengan meningkatnya jumlah orang pandai di Indonesia, hal itu tidak dapat lepas dari peranan tenaga pengajar dalam dunia pendidikan, dari mulai guru TK, SD, SMP, SMA, Dosen Perguruan tinggi, hingga para Profesor dalam berbagai bidang keahlian.

Khusus untuk yang saya sebut terakhir yaitu Profesor saya punya sedikit ulasan menarik, namun sebelumnya mohon dukungan untuk gerakan anti kebakaran dengan slogan "Kecil Jadi Kawan, Besar Jadi Lawan". Oke, kita lanjut pada uraian Tentang Profesor, Keluhuran Ilmu, dan Budi Pekerti, simak saja selengkapnya berikut ini:

Jaman dahulu kala, ketika murid-murid Socrates menjulurkan sederetan soal-soal tentang siapa dan bagaimana cara menemukenali ciri-ciri seorang profesor?. 

Bapak filsafat itu menjawab, profesor itu seseorang yang sangat bijaksana, meluruskan  hal-hal yang keliru menjadi tidak keliru, salah menjadi benar, subyektif menjadi obyektif, lengkung menjadi lurus. Profesor memiliki ilmu yang tinggi dan piawai mendesain serta memodifikasi otak orang menjadi berpengetahuan lebih baik, marancang hati orang menjadi lebih lembut, dan menciptakan perilaku orang lebih manusiawi.

Ciri personal lainnya adalah gemar menebar senyuman kepada orang yang mengenalnya dan yang dikenalinya, positive thinking, dia menganggap setiap orang adalah inspirasi ilmunya. Ciri fisiknya umumnyan tak muda lagi, memakai banyak kacamata, cara berpakainnya bersahaja dan suaranya lembut serta pelan. Orangnya sejuk, menuntun orang dengan toga kesabarannya, melayani orang dengan jubah rendah hatinya dan gelar guru besarnya sanggup memproduksi orang berpengetahuan “kecil” menjadi sedikit lebih besar, membimbing orang sesat sampai tak tersesat lagi. Profesor gemar sekali menghasilkan hal-hal yang baik dan bermanfaat kepada orang banyak. Profesor tak pernah mengecewakan orang lain. 

Itu jawaban Socrates kepada muridnya.

Gimana? Luar biasa bukan arti Profesor itu?
Ternyata seorang profesor sangatlah baik, setia setiap saat menjadi sandaran banyak orang ketika lagi tersesat.


Lantas, mengapa banyak orang begitu takut, segan, rada-rada cemas dan tidak yakin diri ketika akan bertemu professor?. 

Jawabnya mungkin variatif, bisa karena profesornya arogan, menganggap orang lain kecil, mendudukkan dirinya lebih tinggi dibanding manusia lain, merasa serba tahu dan self oriented. Jawaban seperti ini sangatlah khilaf.

Jika Anda merasa grogi dan ketakutan berjumpa dengan seorang profesor, maka ubahlah persepsi Anda yang khilaf dan keliru dalam menilai seorang profesor. Geserlah persepsi itu dari seorang profesor yang berkepribadian menakutkan menjadi seorang profesor yang hangat, dari seorang profesor yang saklek menjadi seorang yang bijaksana, baik dan penyabar.

Dan, terakhir jangan lupa untuk selalu ramah dan murah senyum ketika bertemu orang lain.
Senyum itu Luar Biasa
Senyum itu sedekah
Senyum itu bahagia dan membahagiakan
Senyum itu menarik simpati
Senyum itu sehat dan menyehatkan
Senyum itu cantik dan gagah
Senyum itu menghilangkan marah
Senyum itu menenangkan pikiran
Senyum itu mudah tapi butuh pembiasaan
Senyum itu butuh niat dan rencana
Senyum itu perlu latihan di depan cermin
Senyum itu sangat penting diperbanyak terutama kepada istri/suami/anak-anak.

Semoga tulisan singkat Tentang Profesor, Keluhuran Ilmu, dan Budi Pekerti ini dapat bermanfaat. Dukung juga "Javahostindo Web Hosting Indonesia".
***

Read more »

Tipe Karakter Seseorang Sebagai Penentu Keberhasilan

Tipe Karakter Seseorang Sebagai Penentu Keberhasilan

Judul diatas mungkin terlalu formal untuk ditulis disini, namun tidak tau kenapa malam ini saya tertarik dengan yang namanya tipe dan karakter seseorang. Untuk mendukung artikel ini saya punya sedikit referensi, simak selengkapnya berikut ini:


Paul G Stoltz banyak dikenal karena konsep tentang Adversity Quotient (AQ) yang diciptakannya. AQ mengacu pada kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang dalam mengatasi kesulitannya, biasanya dikaitkan dengan teori-teori kepemimpinan dalam dunia kerja.  

Dengan konsep AQ yang dibuatnya, Stoltz membuat penggolongon bagaimana seseorang berespon dalam menghadapi kesulitan. 

Pertama : Quitter
yaitu orang yang mudah menyerah.

Kedua : Camper
yaitu orang yang bekerja keras, menggunakan potensinya untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi, dan kemudian merasa puas dengan apa yang didapatkannya. 

Ketiga : Climber
yaitu orang yang terus mendaki, terus berusaha dengan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk mengatasi kesulitannya dan mencapai potensi maksimalnya. 
Climber akan terus berusaha, terus belajar dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang diraihnya.

Lalu, apa kaitannya dengan tingkat keberhasilan seseorang?

Saya kira semua sudah maklum bahwa dari ketiga tipe tersebut maka yang nomer 3 adalah tipe orang yang memiliki presentase keberhasilan terbesar. Mengapa?
Karena dengan semangat hidup untuk terus mendaki, terus berusaha dengan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk mengatasi kesulitannya dan mencapai potensi maksimalnya, maka kemungkinan besar orang tersebut akan berhasil.

Kalau boleh saya contohkan mungkin ini seperti banyak kisah sukses para entrepreneur Indonesia yang telah tumbuh menjadi orang kaya baru di Indonesia. bagaimana dulunya mereka berjuang dari bawah, penuh semangat, sering gagal, dan pada akhirnya bisa sukses dan menjadi seperti sekarang ini.

Contoh kecil yang lain misalnya dalam dunia bloger (karena pembaca artikel ini tentu banyak yang berasal dari para bloger), dimana sejauh ini tingkat persaingan para bloger Indonesia begitu kuat, mereka bersaing dalam memasarkan blog mereka baik untuk mendapat traffic maupun untuk memasarkan produk bisnis online mereka. 

Kemudian, di sisi lain dunia bloger saya lihat ada juga komunitas bloger pecinta kontes SEO, dimana mereka rajin sekali mengikuti kontes SEO (Search Engine Optimization) dan bersaing mendapatkan posisi terartas pada hasil pencarian Google, Yahoo, dan lainnya. Sebut saja dalam bulan ini paling tidak ada kontes SEO tentang gerakan anti kebakaran dengan target keyword "Kecil Jadi Kawan, Besar Jadi Lawan" dan juga kontes SEO "Javahostindo Web Hosting Indonesia" yang menyita perhatian ribuan bloger Indonesia, dimana mereka berebut posisi terdepat didalam SERP (Search Engine Result Page) Google.

Lantas, apa yang bisa kita petik hikmahnya?

Dari beberapa contoh yang sudah saya berikan diatas tentu kita tahu bahwa orang-orang yang mau berusaha semaksimal mungkin mewujudkan keinginan dan cita-cita nya maka rata-rata mereka akan berhasil dan sukses. Lihat saja para orang kaya baru di Indonesia itu, lihat juga perkembangan para bloger Indonesia yang makin jago dalam kontes SEO, bahkan bisa dibilang tiap kali kita Searching kata-kata tertentu di Google atau Yahoo maka yang ada pada posisi halaman pertama bisa dipastikan diisi oleh blog-blog yang dikelola para bloger kreatif dan cerdas dari seluruh Indonesia. Saya melihat hal itu sungguh luar biasa.



Sebagai penutup saya ingin mengajak kita semua untuk marilah kita budayakan kerja keras dan cerdas serta pantang menyerah untuk mengatasi apapun kendala dalam kehidupan kita. Entah apa dan bagaimana saya percaya anda akan belajar dari kehidupan itu nantinya, bahkan jika harus menantang arus maka itupun bisa jadi pilihan, seperti yang dikatakan Sir Winston Churchill : "Layang-layang bisa naik karena melawan angin, bukan bersama angin".

Semoga tulisan sederhana "Tipe Karakter Seseorang Sebagai Penentu Keberhasilan" ini dapat bermanfaat dan kita nantinya bisa menjadi orang-orang yang beruntung.

Salam sukses dari saya


***

Read more »