SmartPhone Bukan Untuk Gaya

Ponsel memang makin bergaya dan menunjukkan identitas mode penggunanya. Namun, telepon pintar berukuran besar dan multifungsi, justru punya posisi sangat khusus. Ketika penyanyi terkenal Britney Spears masuk rehabilitasi di panti rehabilitasi Promises, Malibu, ada tiga barang yang tidak boleh dia tinggalkan sama sekali. Ketiga barang tersebut adalah minuman berenergi Red Bull,rokok,dan BlackBerry 8310. Sementara itu para kandidat presiden Amerika seperti Barack Obama, Hillary Clinton,dan Mitt Romney memang punya banyak perbedaan pandangan politik.Namun,mereka justru mempunyai kesamaan yang sangat khusus,yakni pengguna BlackBerry. Menurut situs DongA.com, setiap kali turun dari pesawat,Obama selalu memeriksa e-mail lewat BlackBerry Curve miliknya.Saingannya, Hillary , menurut pengakuan suaminya, Bill Clinton, justru selalu berdiskusi dengan anaknya,Chelsea Clinton,lewat BlackBerry. �Setiap jam, entah itu di dalam mobil kampanye atau tempat lainnya, dia tidak pernah lepas dengan Black- Berry. Dia jatuh cinta dengan alat itu,� kata Clinton. Berbeda dengan telepon seluler, BlackBerry memang punya posisi yang sangat khusus di masyarakat pengguna telepon seluler. Berdasarkan data pelanggan yang dikeluarkan Research in Motion (RIM), pemegang trademark BlackBerry,menyatakan bahwa akhir tahun 2007 jumlah pelanggan mereka mencapai 12 juta orang di seluruh dunia. Menariknya, ratarata pengguna Black- Berry justru datang dari kalangan eksekutif, politikus, pengacara, selebriti, dan kalangan profesional lainnya.Selain jarang ada yang memiliki, BlackBerry memudahkan mereka dalam bekerja. Menurut majalah PCWorld,Handheld BlackBerry dari RIM menempati posisi teratas dalam hal tingkat kepuasan pengguna ponsel cerdas (smart phone)di kalangan bisnis,disusul oleh Palm dan Samsung pada posisi kedua. Tingkat kepuasan dalam penggunaan smart phone diukur dari enam hal pokok yaitu kemudahan dalam hal pengoperasian, sistem operasi (OS), desain fisik,kualitas audio,masa pakai baterai dan fitur kegunaan (utility). Dikutip dari PCWorld, kekuatan RIM mencakup kecepatan sistem operasi BlackBerry dan masa pakai baterai yang lama. �RIM menggunakan fitur dan aplikasi dasar serta menyediakan sejumlah kemampuan yang tepat dalam paket ringan,� kata Kirk Parsons, direktur senior dari layanan wireless di J.D.Power and Associates. Harry Wirawan, pengacara yang berkantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ini mengakui kemudahan fitur-fitur yang ada di BlackBerry seperti e-mail,sinkronisasi data dengan personal computer-nya,dan browsing. �Di mana saja saya selalu bawa BlackBerry. Walau sedang sibuk datang dan beracara di pengadilan, saya tetap merasa seperti di kantor berkat BlackBerry,�kata Harry. Pentingnya e-mail juga tidak hanya dirasakan kalangan pengusaha dan profesional, artis juga membutuhkan e-mail. Lindsay Lohan, bahkan keranjingan BlackBerry atau dikenal dengan sebutan Crack- Berry karena fasilitas. Sebelum jadi Crack- Berry, seperti artis lainnya, kebiasaan Lohan gonta-ganti handphone itu sesering dia mengganti warna rambut. Semua merek ponsel pernah dicoba Lohan. Namun, ujung-ujungnya dia kembali menggunakan Black- Berry. �BlackBerry dipilih karena sangat baik dalam mengoperasikan email. Selain itu teknologinya lebih maju,�kata Heather Dale,editor blog gadget GeekSugar. Dale menuturkan, sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1999, BlackBerry memang mengusung kesan yang sangat khusus. Menurut Dale,reputasi BlackBerry sangat berpola pikir bisnis (businessminded). �Dari luar, kesan orang yang mengenakan BlackBerry adalah seperti ini, saya orang yang serius dan saya seorang mini mogul,�ucap Dale. Analis dari JMP Securities,Samuel Wilson mengatakan,sebenarnya didunia telepon nirkabel saat ini dikenal dua istilah,yakni smart phone dan handshet. Menurut dia, handshet adalah telepon seluler yang lebih mengedepankan pada bentuk dan gaya.Adapun smart phone lebih mengedepankan fungsi dan teknologi. �Mereka justru ingin tampil dengan citra khusus karena menggunakan smart phone seperti BlackBerry,� kata Wilson. (Sumber : Sindo)
Read more »

Rahasia Dibalik Penamaan Ponsel-Ponsel Sony Ericsson Terbaru

Setelah ponselnya terpilih sebagai ponsel GSM terbaik tahun ini melalui SE W910, Sony Ericsson belum berhenti membuat kejutan. Sebuah blog tidak resmi Sony Ericsson memaparkan pola penamaan baru untuk ponsel-ponsel Sony Ericsson yang akan digunakan untuk produk-produk terbarunya dimasa mendatang.

"Laporan lain menyebutkan bahwa simbol "i" yang ada saat ini akan dihapuskan mulai sekarang. Seperti yang Anda lihat bahwa 8 ponsel Sony Ericsson terbaru sudah hadir tanpa embel-embel simbol "i" dibelakangnya. Tampaknya, seluruh handsets terbaru akan mengikuti pola penamaan berdasarkan katalog nama terbaru yang terlihat pada gambar di atas"

Pada diagram tersebut tampak jelas bahwa SE kedepan hanya akan mengeluarkan 4 inisial seri (G, C, S dan W) diikuti 3 digit angka dibelakangnya. Sedangkan simbol "a" dan "c" dibelakang seri masih dipertahankan sebagai ciri bahwa produk ini untuk pasar Amerika dan China, bukan lagi sebagai representasi seri produk. Nasib seri K yang legendaris dan memiliki banyak penggemar tampaknya juga akan dilenyapkan.

Penggantian nama ini sudah mulai terlihat melalui seri-seri SE terbaru. Seri K yang kamera sentris itu telah diganti penamaannya menjadi seri C - kependekan dari Camera atau Cyber-shot. Sedangkan seri G yang sempat muncul minggu lalu, mewakili nama platform "Generation Web". Seri S akan mewakili istilah "Snapshot" sebagai ganti "Slider/Swivel", dan seri W tetap diandalkan sebagai ponsel musik Walkman.

"Setelah huruf mewakili kategory ponsel, kemudian angka yang ditunjukan dibelakangnya merupakan representasi dikelas mana ponsel tersebut diperuntukkan (high end, midle end, dan low end).

SE C902 Pengganti Seri K

Urutan berikutnya adalah angka kelahiran, semakin tinggi angkanya merupakan penyempurnaan produk dari seri sebelumnya dan angka terakhir adalah bentuk form factor : 0,1,2 (candybar), 3,5 (slider), 6,7,8 (clamshel),9 (bentuk lain). Angka 4 sengaja tidak dipakai disini karena dianggap sama dengan angka 13, angka sial"

SE tampaknya sadar untuk lebih berkonsep dalam hal penamaan daripada seri angka-angka yang memusingkan kepala. Dan bagi Anda yang sudah terlanjur memiliki seri-seri yang akan dilenyapkan, simpan baik-baik ponsel Anda karena siapa tahu akan menjadi collectible series di masa mendatang, dan mahal harganya. (Sumber: rileks.com)

Read more »

Voice dan SMS Makin Murah

Positioning sebagai layanan SMS murah, rupanya tidak cukup bagi IM3. Baru-baru ini, IM3 menambah benefit baru dengan merilis tarif bicara Rp 0,01 per detik. Tarif ini berlaku setelah detik ke 90 atau 1,5 menit untuk sesama pelanggan Indosat. Pada 90 detik pertama berlaku tarif Rp 15/detik, selanjutnya Rp 0,01/detik.

Namun, skema tarif yang berbeda berlaku untuk panggilan antar operator, termasuk PSTN. Indosat menerapkan tarif berulang per 90 detik. Pada 90 detik pertama berlaku tarif Rp 25/detik, kemudian 90 detik kedua berlaku tarif Rp 0,01/ detik. Pada 90 detik ketiga tarif kembali ke Rp 25/detik dan begitu seterusnya.

''Kami ingin memberikan benefit baru pada pelanggan IM3. Bila sebelumnya mereka menikmati layanan SMS murah, sekarang ditambah dengan layanan bicara murah. IM3 tetap fokus pada layanan SMS, tarif promo Rp 0,01/detik ini melengkapi layanan yang dimilikinya,'' kata Division Head Prepaid Brand Management, Gde Krishna Jaya.

Tarif bicara murah disebut Gde merupakan benfit baru untuk pelanggan IM3 yang didominasi kalangan muda. Kelompok ini memiliki tingkat komunikasi suara maupun SMS yang tinggi. Salah satu indikasinya, program SMS murah yang dikembangkan IM3 mendapat respon tinggi.

Namun demkian, berdasarkan riset internal terungkap bahwa sebagian pelanggan IM3 menggunakan nomor berbeda untuk berkomunikasi. ''Kalau SMS menggunakan IM3, menelepon menggunakan nomor kedua. Dengan program ini, pelanggan cukup menggunakan IM3 saja, tak perlu lagi menggunakan nomor kedua untuk menelepon. Menelepon dan SMS cukup pakai IM3, karena sama-sama murah,'' papar Gde.

Ia sependapat bahwa tarif murah merupakan program kustomisasi untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Di sisi yang lain, tarif murah diharapkan mampu menjadi selling point baru bagi IM3. Karena dengan tarif murah untuk nilai Rupiah yang sama, melanggan akan menikmati waktu berbicara yang lebih panjang.

Sekalipun menawarkan promosi Rp 0,01 per detik, Gde melukiskan ada kalangan yang masih belum percaya dengan struktur tarif ini. Bahkan klaim bahwa tarif IM3 masih mahal. ''Struktur tarif IM3 simpel dan transparan. Silakan bandingkan sendiri, benar enggak tarif kami lebih mahal dibandingkan dengan kompetitor,'' papar Gde.

Tudingan bahwa tarif yang diberlakukan mahal, juga dialami XL. ''Seorang analis ekonomi menyebut trif rata-rata XL mencapai Rp 1200,- Padahal faktanya kan enggak seperti itu. Tahun 2007 tarif rata-rata sekitar Rp 580 per menit, kami berencana menurunkan lagi menjadi kurang dari Rp 400,- ''kata President Direktur XL, Hasnul Suhaimi.

Hasnul mengungkap, angka Rp 1200 per menit rupanya diperoleh berdasarkan trafik voice yakni 55 persen onnet, 30 persen off net dan 15 persen fixed line. Hasnul merevisi data itu. ''Tahun 2007, trafik on net mencapai 78 persen, off net 18 persen dan fixe line 6 persen. Kalau data trafik ini yang menjadi acuan, besaran tarif rata-rata versi analis tadi akan berubah,'' papar Hasnul.

Ia mengungkapkan bahwa tarif murah merupakan satu fase pada industri seluler. Setelah fase coverage driven, berkembang ke fase tariff driven dan kemudian quality driven. ''Kita tengah berada dalam fase tariff driven menuju quality driven. Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah dengan tarif murah operator mampu memberikan kualitas yang prima,'' kata Hasnul. Ia khawatir tarif murah yang ditawarkan operator akan diikuti dengan penurunan kualitas layanan.

Tarif murah untuk layanan prepaid, memang tengah menjadi tren. Bila IM3 menawarkan tarif murah, KartuAs menawarkan SMS murah. Pada program ini KartuAs menawarkan SMS antarpelanggan dengan tarif sekitar Rp 40 per SMS dan SMS antaroperator dengan tarif Rp 149 atau diskon 50 persen dibandingkan dengan tarif normal. Saudara kandungnya, Simpati, sebelumnya merilis Simpti Per Detik (Simpati Pede) dengan tarif Rp 0,5/detik setelah menit pertama.

SMS murah, kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel, Syarif Syarial Ahmad, merupakan respon terhadap kebutuhan dan perilaku pelanggan. ''Kami melihat perilaku pelanggan kartu As gemar ber-SMS, terutama dengan sesama pelanggan Telkomsel. Kami berharap program SMS murah ini dapat secara signifikan memberikan penghematan anggaran komunikasi mereka," kata Syarif.

Untuk menikmati program ini, pelanggan cukup mengetik SM kemudian SMS ke 8999. Selanjutnya pelanggan akan mendapat SMS konfirmasi dan mulai menikmati 200 SMS sesama Telkomsel dan diskon 50 persen SMS ke operator lain dengan tarif Rp.10.000 yang dipotong dari pulsa yang dimilikinya.

Paket SMS tersebut dapat dinikmati selama 14 hari. Apabila kurang bisa menambah dengan cara yang sama. Untuk paket tambahan, pelanggan akan mendapatkan paket 300 SMS dengan tarif Rp 10.000,- dapat digunakan selama 14 sejak pembelian pertama.

Sekalipun menawarkan program baru, berbagai benefit yang telah dinikmati pelanggan KartuAs tidak berkurang. Program SMS Murah Kartu As ini berlaku hingga 31 Mei 2008. Seiring dengan digelarnya program ini, program Bonus 100 SMS juga masih berlaku. Hal ini tentunya menjadikan benefit yang diberikan Kartu As semakin banyak," papar GM Marketing Telkomsel, Nirwan Lesmana.

Tarif Promo IM3 dan KartuAs, makin memperpanjang daftar tarif promo murah. Sebelumnya XL tarif promo Rp 0,1/detik setelah 2,5 menit untuk panggilan sesama operator. Untuk komunikasi hingga menit ke 2,5 berlaku tarif Rp 10/detik. XL memberlakukan tarif berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lain. Di daerah tertentu diberlakukan tarif lebih murah dibandingkan dengan tarif yang berlaku di Jabodetabek.

Group Head Brand Marketing Indosat, Teguh Prasetya mengatakan program promo Rp 0,01 hanyalah bagian dari strategi pemasaran yang dilakukan oleh Indosat. Melalui program ini, IM3 membidik 1,4 juta pelanggan baru untuk dua bulan ke depan.

Teguh menambahkan, penetrasi pengguna seluler Indonesia sekitar 40 persen, masih menyisakan ruang untuk bekembang bagi operator telekomunikasi. Bahkan, penetrasi tersebut bisa mencapai di atas 100 persen mengingat pengguna seluler Indosat banyak yang menggunakan lebih dari satu ponsel. Sehingga, fenomena down growth masih belum akan dirasakan dalam beberapa tahun ke depan. (Sumber: republika.co.id)
Read more »